.:: ASSALAMUALAIKUM.:: AHLAN WASAHLAN DI BLOG INI. Ya! ANDA AKAN BELAJAR BARENG M Hasbi :. Belajar About Dunia Islam, Belajar About Dunia Pemikiran, Belajar About Dunia Tutorial, Belajar About Tips Dan Trick Aneh, Belajar Design Website, Belajar Dunia Shell-ing, Belajar Mencari Hikmah Dan Lain Sebagainya. Sooo ikuti terus perkembanganya. Anda juga bisa mendiskusikan permasalahan apapun tentang Agama Islam bersama saya. Ketik saja di ShoutBox.::. Akhirnya TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA, SELAMAT MENIKMATI SEMOGA BERKENAN .::.

Tuesday, September 25, 2007

ISTANA IMPIAN

ISTANA IMPIAN

Oleh: Udo Iwan

Raja siang kembali menguasai Zagagzig, sinarnya yang terik membuat rakyat Zagazig ciut, takut dan malas keluar rumah, termasuk aku. Ubun-ubun rasa ditusuk besi berkarat. Wajah rasa diremas-remas. Baju bak habis dibilas, buliran peluh mengalir deras. Tak bisa dibayangkan panasnya hari ini. Tak bisa dibayangkan bila tak ada lapisan Ozon yang menyelimuti bumi. Bisa hancur bumi, bisa terbakar semuanya. Lautan akan kering, baja-baja akan meleleh, tanam-tanaman akan kerontang dan bumi akan jadi lautan api. Apalagi manusia, baru merasakan panas yang beginian saja tak tahan. Belum lagi panasnya api neraka. Hi, tak bisa dibayangkan jika itu menimpa manusia.

Namun, walau panas demikian memanggang, aku tetap memaksakan diri untuk keluar dari Flat. Ada janjian sama ayah dan ibu. Bahwa hari ini, aku akan nelpon jam 19.00 waktu Indonesia.

Baru saja melangkah beberapa meter, aku langsung disambut bola api yang menyala-nyala, menjilat-jilat, 'bak kayu bakar dilalap api.' Spontan saja keringat mengucur deras dari wajah dan sekujur tubuhku, 'bak pancuran, buliran itu menetes.'

Ku rogoh saku koko biru, saku celana samping dan saku celana belakang, tetap tak ada.

"Ah, ketinggalan," lirihku tak bersuara, menahan sengat sang surya yang tak belas iba.

"Kalau balik lagi, Flat paling di sutuh. Bisa habis tenagaku mendaki tangga yang super tinggi, kalau Flat-nya di-Ardiyah sih tidak masalah. Tapi, ini paling puncak. Belum lagi nanti jalan dari Muhafazhoh ke Link. huh…"

Sebenarnya sih, di-Imarah banyak internet, Aa khan, bang Abi, bang Gun dan bang Joe. Tapi kebetulan semuanya lagi time out. Tak bisa diharapkan.

"Kubeli saja diwarung ah, harganya pun tak seberapa. Cuma nus junaih. Dan ngirit tenaga lagi. Ide yang bagus." Gumamku dengan senyum merekah.

"'Ayiz mandiil, wahid." Pintaku pada baba pemilik warung.

"Nus junaih." Kata baba. Menyerahkan tisu putih padaku.

Kuambil satu. Kuseka keringat yang terus menetes dari wajah.

****

"Wah, rame banget Link siang ini. Padahal biasanya siang-siang gini sepi. Kebanyakan pada di rumah, menikmati baling-baling angin. Sambil nonton, main game atau tidur-tiduran. Dan yang lebih mengherankan, rata-rata orang Indonesia. Hanya beberapa saja orang Mesir. Aku mengernyitkan dahi, lama ku berpikir, baru teringat.

"O iya, sekarangkan Agustus, sebentar lagi Ramadhan. Biasanya kalau akan Ramadhan, Link ramai oleh masiswa Indonesia yang menelpon ke kampung, berma'afan pada sanak keluarga. Aku baru ingat, kemarenkan juga Natijah baru turun."

Aku terus masuk menuju kursi antri yang terletak agak menjorok ke dalam. Dan di sana sudah ada tiga orang Indonesia yang lagi antri, yang sudah tak asing lagi bagiku, bang Fathoni, Romi, dan Mubarak. Tampaknya mereka sudah lama menunggu.

"Assalamu'alaikum." Sapaku pada mereka bertiga yang lagi asyik ngobrol, kecuali Mubarak, dia lagi asyik membaca.

"Wa'alaikum salam." Jawab mereka serentak.

"Ahlan, ahlan." Bang Fathoni berdiri. Aku menyalaminya.

"Sudah lama bang." Tanyaku, sambil menyalami Mubarak dan Romi.

"Lumayan." Jawabnya singkat.

"Antum juga sudah lama Rom, Bar." Sambil duduk di samping bang Fathoni.

"Baru datang juga, beberapa menit sebelum Antum datang." Jawab Mubarak. Membaca kembali buku yang sempat terhenti ketika aku datang. Dia memang orang yang rajin dan pintar. Dia orang Indonesia satu-satunya kuliah Ushuluddin Zagazig, yang Jayyid Jiddan setelah bang Ul, yang sekarang lagi ngajukan judul tesis S2.

"Mau nelpon, Bang." Aku kembali membuka pertanyaan. "Iya, Antum?" Balik bertanya.

"Sama Ana juga mau nelpon." Jawabku sambil melihat ke sekeliling yang pada penuh semuanya. Samping kanan dan belakang. Samping kiri, dekat daun pintu masuk. Di ujung, dekat daun pintu balkon. Semuanya penuh. Tak ada bangku kosong yang bisa ku tumpangi mengarungi dunia maya. Bercakap dengan ayah-bunda, tak ada. Padahal aku sudah kangen sekali pada mereka, sudah tiga bulan lebih aku tidak berkomunukasi.

Sebenarnya aku ingin menelpon beberapa minggu yang lalu. Tapi, lantaran Natijah lambat turun. Akhirnya aku undur sampai Natijah benar-benar turun, agar aku bisa mengabarkan pada mereka, bahwa aku Najah atau tidak. Hasil control belum terlalu membuat aku yakin. Makanya aku belum berani menghubungi mereka. Tapi alhamdulillah, satu hari yang lalu Natijah sudah turun, aku Najah dengan taqdir Jayyid. Tentunya mereka akan senang dan sangat bangga padaku mendengar berita ini. Mereka akan berkata, 'ternyata tak sia-sia perjuanganku selama ini. Keras kerja yang kulakukan tarnyata berbuah.' Aku tersenyum sendiri memikirnya.

Aku haru dan bangga pada ayah dan ibu. Haru karna getirnya perjuangan beliau melabuhkan aku di dermaga penuh misteri ini. Bangga karna aku punya ayah dan ibu seperti mereka, yang berpantang terhadap aral penghadang. Oh, ayah dan ibu, semoga Allah membalas semua jasa-jasamu. Insya Allah aku akan selalu ingat nasehat dan pesan-pesanmu.

Tanpa terasa aku sudah satu jam menunggu. Jam sudah menunjukkan setengah empat. Sengaja aku datang lebih awal. Biar bisa nyantai dulu, lihat-lihat berita atau baca artikel. Tapi, yah, semuanya penuh. Terpaksa deh nunggu.

Mataku terus gerayangan mencari, kalau-kalau ada tempat yang kosong. Ku perhatikan semuanya dari samping kiri dan kanan, belakang dan ujung, tak ada yang kosong. Lama ku mengamati, mataku tertuju pada orang yang ada ujung, dekat balkon.

"Ah, aku ada ide, tampaknya beliau lagi santai." Beranjak dari tempat duduk. Mengangkat badan yang cekil dan kurus itu. Bang Fathoni dan Romi sedang asyik ngobrol, nggak tahu arah pembicaraannya, sedangkan Mubarak asyik membaca dengan khusuknya.

"Assalamu'alaikum." Sapaku pada beliau yang lagi khusuk baca artikel Era Muslim, 'Perseteruan antara Amerika dan Iran, Prediksi dan Tuduhan Terorisme'. Dibawahnya kulihat,'Ramadhan dan Kebangkitan Umat.'

"Wa'alaikumsalam," jawab beliau agak kaget. Maklum aku tadi menyapa agak keras, takut nggak kedengaran.

"Sehat, Bang." Berjabat tangan dan cium pipi. Kalau di Mesir biasa yang beginian.

"Alhamdulillah, sehat. Antum gimana?." Beliau balik bertnya.

"Alhamdulillah, Ana juga sehat." Balasku. Pada bang Darwis begitu beliau biasa dipanggil.

"Bang." Aku agak sedikit malu-malu.

"Iya, ada apa. Ada yang bisa Abang bantu." Jawab beliau ramah, yang membuatku semakin segan.

"Eh, a…anu, Bang." Aku agak sedikit gagap.

Kemudian aku ceritakan maksud dan tujuanku. Beliau angguk-angguk paham.

"O, ya. Tidak apa-apa. Silakan kebetulan Abang juga baru selesai nelpon. Dan sekarang lagi lihat-lihat artikel sambil nunggu Ashar. Silahkan." Sambil menyerahkan mouse dan heansed yang meletek di kepala.

"Afwan, ya, Bang. Lagi asyik-asyik baca, datang pengganggu." Kataku kembali.

"Ah, tidak apa-apa, santai aja." Lalu menatap ke arah komputer. Aku mengiringi tatapan beliau. Mataku beradu dengan si mata satu. 'Fiqih Maqasid antara JIL dan Imam Syatiby,' Perbedaan antara Fiqih Maqasid Imam Syatiby dengan Fiqih Maqasid JIL.

Lama aku berbincang dengan ayah dan ibu. Kurang lebih satu jam. Tanpa terasa azan Ashar sayup-sayup mulai berkumandang di seantero kota Zagazig. Dengan senyum dan hidung mekar, kuletakkan Headsed seraya men-off yahoo messenger. Bang Darwis juga tampaknya sudah bersiap-siap selesai.

"Udah Bang, syukran jazakallakhairan." Ucapku pada bang Darwis yang lagi menutup website-website.

"Oh, ya, sama-sama. Gimana keadaan orang tua dan keluarga? sehat semua?" Tanya beliau setelah menutup semua website.

"Alhamdulillah semuanya sehat-sehat, Ana senang sekali, Bang. Beliau bercerita perubahan yang terjadi di kampung. Begini. Dulu waktu sebelum berangkat. Ibu belum menutup aurat, sekarang sudah, dan rajin ibadah. Ayah juga begitu, yang dulu shalatnya bolong-bolong, semenjak Ana kuliah di-Mesir, rajin shalat sekarang. Adek-adek yang malasnya minta ampun, sekarang dah rajin, bahkan kemaren peringkat satu. Dan kakek-nenek yang dulu merokok, sekarang dah berhenti total. Semuanya berubah sesuai harapan. InsyaAllah Bang, Ana akan sering-sering nelpon mereka, ngasih semangat mereka, seperti bulan-bulan lalu, sebelum Natijah turun."

"Bang, kali ini biar Ana yang bayar ya…! Rengekku pada bang Darwis, agar beliau tidak menolak.

"Syukron, syukron, nggak usah. Biar Abang aja." Menahan tanganku yang terulur.

"Please, Bang, kali ini… aja. Ana lagi senang. Jadi, Ana mau bagi kesenangan." Aku terus mamaksa dan memaksa, sambil terus mengulurkan tangan. Akhirnya beliau luluh dan membiarkanku.

Bang Fathoni, Mubarak dan Romi sudah tak tampak di sana, mungkin mereka sudah pulang duluan. Atau jangan-jangan…?!

Udo Iwan.

Zagazig, 28 Agustus 2007. 00.00 WZ

Hampa tanpa rasa, gulita tanpa warna, malam sepi, malam sunyi. Dengingan nyamuk berirama, memberi makna malam nan hampa.

5 comments:

Yana said...

Tulisannya segar. Oh, ya. endingnya fly ending ya ? Jadi penasaran.....
Lain kali ajak-ajak dong ke Mesir dong ...!
he...he....
Wassalam

Anonymous said...

[url=http://firgonbares.net/][img]http://firgonbares.net/img-add/euro2.jpg[/img][/url]
[b]buy cheap software discount, [url=http://firgonbares.net/]to be a software reseller[/url]
[url=http://firgonbares.net/][/url] discount microsoft office small adobe acrobat 9 pro student pricing
academic software sale [url=http://firgonbares.net/]autocad 2009 for sale craigslist[/url] lowest price store software
[url=http://firgonbares.net/]cheap downloadable oem software[/url] dj downloadable software
[url=http://firgonbares.net/]softwares resellers[/url] software discount price
to buy linux software [url=http://firgonbares.net/]filemaker pro 10 training[/b]

Anonymous said...

[url=http://sunkomutors.net/][img]http://sunkomutors.net/img-add/euro2.jpg[/img][/url]
[b]price check software, [url=http://sunkomutors.net/]profit software discounts[/url]
[url=http://sunkomutors.net/][/url] acdsee vista Mac StuffIt
bitdefender vs kaspersky [url=http://sunkomutors.net/]cheap microsoft office professional[/url] free nero 9 upgrade
[url=http://sunkomutors.net/]filemaker pro 5.5 1 user lizenz[/url] uw software discount
[url=http://sunkomutors.net/]adobe acrobat 9 backward compatibility[/url] adobe software classes
acdsee torrent [url=http://sunkomutors.net/]best software store[/b]

Anonymous said...

[url=http://hopresovees.net/][img]http://bariossetos.net/img-add/euro2.jpg[/img][/url]
[b]microsoft office student discount canada, [url=http://hopresovees.net/]cheap software at[/url]
[url=http://bariossetos.net/][/url] Mac OS Server Creative Suite 4 Master
coreldraw photographs to line drawings [url=http://vonmertoes.net/]macromedia authorware software[/url] nero 9 templates not installing
[url=http://bariossetos.net/]autocad quiz[/url] Software instantly
[url=http://vonmertoes.net/]autocad cracked[/url] selling custom software
discount software sites [url=http://vonmertoes.net/]jewelry store management software[/b]

Anonymous said...

[url=http://hopresovees.net/][img]http://bariossetos.net/img-add/euro2.jpg[/img][/url]
[b]Adobe Macromedia Anti-Virus, [url=http://vonmertoes.net/]continuous lines in autocad[/url]
[url=http://bariossetos.net/][/url] discount software final free autocad
adobe director software [url=http://vonmertoes.net/]cheap financial software[/url] Mac OS v10
[url=http://vonmertoes.net/]photoshop elements 3 for mac[/url] Advanced Mac Retail
[url=http://vonmertoes.net/]software shops[/url] cheap oem softwares
microsoft office 2007 educational discount [url=http://hopresovees.net/]discount vista software[/b]

Template by : kendhin x-template.blogspot.com